Kursus Bisnis Kuliner Bandung

Peluang Bisnis Martabak Manis

Pulang dari outdoor dengan keluarga ke Gunung Puntang sudah sore hari. Turun dari perkemahan Gunung Puntang sudah menjelang maghrib.

Mampir ke Masjid sholat maghrib, terus melanjutkan perjalanan pulang. Iseng-iseng karena suasana sudah malam, sambil bawa mobil menghitung gerobak yang jualan martabak di malam hari.

Sepanjang perjalanan dari Banjaran sampai Dayeuhkolot saya sama keluarga mencoba menghitung orang yang jualan martabak. Dan ternyata mencengangkan...

Dalam hitungan acak kami lakukan, terkumpul lebih dari 50 gerai martabak sepanjang jalan +/- 10 km. Ini artinya, setiap 200 meter ada 1 gerai martabak. Luar biasa persaingan bisnis martabak ini.


Apa yang dapat kita simpulkan dari peristiwa ini :

1. Martabak telah menjadi jajanan utama malam hari. Peringkatnya nomor satu kalau dibanding dengan produk jajanan malam lainnya

2. Dengan tingkat persaingan yang ketat justru itu menjadi peluang yang bagus, karena marketnya benar-benar ada dan telah teruji

3. Untuk berhasil dalam bisnis martabak ini harus punya pembeda, mengingat begitu banyaknya pesaing sehingga untuk bertahan harus menghindari martabak menjadi produk komoditas.

4. Martabak adalah peluang bisnis yang menjanjikan, karena marketnya sudah terbentuk, berbeda dengan produk2 baru yang belum akrab dengan lidah orang Indonesia.

Demikian, semoga menjadi inspirasi bisnis bagi kawan-kawan yang terjun dalam bisnis martabak.

Aneka Jenis Martabak Manis

Sebagai pecinta martabak, khususnya martabak manis saya sering berkelana menikmati aneka martabak manis. Dari martabak satu ke martabak yang lain. Dari pengamatan yang saya dapatkan ada beberpa perbedaan mendasar antara berbagai martabak.

Setidaknya saya jumpai martabak dengan 4 varian, yaitu :

1. Martabak Bangka
Orang Bangka bilang Martabak di Bangka dikenal sebagai Ho Lok Phan. Dari namanya, martabak Bangka ini rakitan orang Thionghoa. Dari ngobrol dengan tukang martabak Bangka, yang paling umum adalah khas Belinyu Bangka. Sebuah daerah di Bangka.

Dari sisi rasa, sebenarnya ndak jauh dari martabak lainnya, namun kalau saya amati kulit lebih sedikit keras dan gurih dan berwarna kecoklatan tua. Berpori dan berserat.

2. Martabak Bandung
Kalau martabak Bandung lain lagi, walau mirip martabak Bangka, biasanya kulitnya lebih muda, berserat dan lebih empuk. Biasanya lebih tebal :-). Umumnya martabak Bandung topingnya lebih variatif dan tebal. Kadangkala terasa lebih manis. Silakan di coba saat kuliner di Bandung..

3. Martabak Jakarta
Martabak Jakarta sebenarnya juga ndak jauh beda dengan martabak lainnya, cuman biasanya super empuk dan mengembang lebih besar. Banyak gelembung di daging martabaknya. Biasanya divariasikan dengan rasa pandan dan lainnya.

4. Martabak Tegal
Martabak Lebak Siu Tegal, ini banyak dijual oleh orang-orang Tegal. Awalnya memang Tegal terkenal dengan martabak asinnya, namun seiring dengan perkembangan martabak manis juga berkembang. Biasanya martabak manis Tegal dilapis dengan daun pisang. Selagi panas dituang dalam kotak beralaskan daun pisang sehingga menimbulkan aroma sedap pada Martabak.

Demikian setidaknya varian martabak yang saya kenal. Namun semakin kesini martabak semakin bervariasi, mulai dengan rasa cappucino, coffe dan aroma lainnya.

Selamat menikmati,

Perencanaan Bisnis Kuliner

Di dalam membuat suatu usaha, maka salah satu yang menjadi factor penting sebelum kita menuangkan rencana-rencana kita, adalah menentukan bentuk usaha /usaha apa yang akan kita lakukan? Betul kan? Karena tidak mungkin kita ujug-ujug belanja ini dan itu tanpa tahu usaha apa yang akan kita lakukan?

Untuk hal tersebut maka sebuah perencanaan usaha penting untuk kita lakukan. Analisa singkat terkait dengan potensi pasar menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan. Agar dengan demikian kita dapat lebih yakin bahwa rencana yang kita buat tersebut kemudian akan dapat kita terapkan dan berjalan dengan baik.

Jangan sampai terjadi di mana kita telah cape, letih, lelah, lesu dan lungse (bahasa korea) menyusun sebuah business plan namun ternyata belakangan baru diketahui bahwa marketnya tidak memungkinkan. Cucian pisan kan kalo seperti itu?

Nah berikut, saya ingin menjelaskan sedikit tentang analisa potensi pasar (market potential analysis) sebagai berikut :

Market Potential Analysis
Pertama-tama yang harus diketahui adalah bahwa untuk memulai suatu usaha resto, maka kita tidak bisa seenaknya saja menentukan di mana kita mau membuka usaha resto tersebut. Jangan hanya karena sekedar ada tempat yang murah maka kemudian kita menyewa tempat tersebut untuk membuka sebuah resto.

Jangan hanya karena ingin menjual sesuatu produk maka kita langsung begitu saja membuat resto dan berharap agar produk tersebut akan laku.

Ada 2 pendekatan yang harus dipertimbangkan oleh seseorang yang ingin berusaha resto, yaitu pendekatan berdasarkan produk (product based) dan pendekatan berdasarkan potensi pasar (market based)

Product Based
Product based adalah sebuah pendekatan yang berbasis pada produk yang ada/ yang dimiliki. Artinya kita telah memiliki sebuah produk ataupun jenis menu yang ingin kita jual.


Panduan untuk product based adalah

Carilah lokasi di mana terdapat segmen dari market yg diperkirakan akan suka dan mampu untuk membeli produk/menu kita tersebut.

 Pelajari apakah ada competitor dari resto yang menjual produk yang se jenis? Jika ada pelajari competitor tersebut. Bagaimana perkiraan atas omset mereka?

Jika ternyata omset mereka bagus maka pelajari faktor2 apa yang membuat omset mereka tersebut bagus? Apakah factor internal atau factor eksternal dari usaha mereka yang membuat mereka berhasil? Atau kedua2nya?

Lakukan SWOT analysis terhadap mereka. Pelajari apa kelebihan mereka, apa kekurangan mereka, potensi apa yang mungkin masih bisa mereka dapatkan dan apa potensi ancaman atas usaha mereka tersebut?

Setelah kita mengetahui tentang hal hal apa yang menjadi potensi, hal-hal apa yang menjadi ancaman usaha dan lain-lainnya maka kita bisa memulai membuat konsep resto.

Jika memang telah ada pesaing yang sudah berjalan dan berhasil di sekitar lokasi tersebut maka buatlah konsep yang lebih baik dari usaha resto yang telah berhasil tersebut.

Bisa secara tampilan, variasi produk, pelayanan atau hal2 lainnya
Beberapa contoh kasus dari kondisi ini adalah produk merk Brownis Amkita, Kartika Sari, RM Sederhana, Mc Donald, dan lain sebagainya.

Kesemua merk tersebut adalah sebagai produk. Dan tugas mereka di dalam mengembangkan usahanya adalah mencari lokasi yang tepat bagi mereka untuk membuka resto/ menjual produk mereka tersebut.

Coba perhatikan, KFC selalu membuat outletnya berdekatan dengan outlet MC Donald.
Hal tersebut karena KFC berpendapat, jika Mc Donald hadir di suatu lokasi maka hampir bisa dipastikan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi yang potensial. Mc Donald telah melakukan survey sebelum membuka outletnya

Di dalam mencari lokasi ini, maka sebuah survey kecil perlu untuk kita lakukan. Terutama jika kita telah menemukan sebuah tempat yang akan kita sewa.
tks



www.sekolahresto.com
School of Cullinary Business

Panduan Menentuan Lokasi Bisnis Kuliner

1. Visibility

Visibility adalah kemudahan dari gedung/lokasi resto tersebut untuk dilihat oleh konsumen/masyarakat yang melaluinya.
Rata-rata waktu yang dimiliki oleh mata seorang pengendara yang melintas untuk melihat suatu pesan atau tulisan adalah selama 1-2 detik. Sehingga dengan demikian penting agar suatu restoran dapat dengan mudah terlihat dalam waktu yang singkat tersebut.


2. Accessibility

Accessibility adalah kemudahan akses jalan menuju gedung/lokasi resto tersebut oleh konsumen/masyarakat. Khususnya konsumen yang menjadi target utama dari resto kita.

Perhatikan pula apakah arus lalu lintas yang melalui tempat kita adalah lalu lintas menuju tempat kerja? Atau merupakan arus pulang kerja? Atau arus normal / jalan raya umum? Berapa banyak kendaraan yang melalui tempat tersebut dalam rentang waktu bukanya resto kita?
Pernah suatu merk franchise international minta saya untuk mencarikan sebuah lokasi bagi mereka untuk membuka resto mereka di sini. Tapi syarat yang mereka minta adalah bahwa lokasi tersebut harus dilintasi oleh sekitar 35.000 kendaraan di dalam waktu operasional mereka (jam 10.00 s/d 22.00).

Berarti sekitar 2900 kendaraan perjam, atau 48 kendaraan per menitnya


3. Traffic Generator
Adanya pusat-pusat aktifitas konsumen tertarged yang berada di sekitar lokasi gedung tersebut. Seperti, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran, kampus, perumahan dan lain sebagainya.
Setiap jenis trafic generator punya karakter yang khas
Seperti contohnya:

Untuk Perumahan,
Karakter konsumennya adalah mereka tidak ada di rumah pada siang hari dan baru ada pada malam harinya. (karena sekolah, kerja, dll). Sehingga untuk lokasi perumahan, maka potensi pasarnya adalah ia akan sepi pada siang hari dan baru berpotensi ramai pada malam harinya.

Untuk daerah gedung perkantoran,
Karakter konsumennya adalah mereka ada di gedung tersebut pada siang hari dan tidak ada pada malam harinya (karena sudah pada pulang). Sehingga untuk lokasi perkantoran, maka potensi pasarnya adalah pada siang hari dan pada malam harinya ia akan sepi atau bahkan kosong

Untuk daerah pariwisata,
Umumnya hanya ramai pada momen-momen liburan (hari sabtu, minggu dan, libur nasional atau hari libur lainnya).  Sedangkan pada hari biasa umumnya sepi pengunjung.
Begitupun dengan arus lalu lintas dari jalan yang ada di depan lokasi bakal resto kita tersebut. Apakah ia jalan menuju perkantoran? Atau jalan pulang dari perkantoran? Efeknya akan berbeda.

Contoh yang dapat kita lihat adalah jalan Pasteur. Coba perhatikan jalan Pasteur yang menuju kota Bandung (dari arah gerbang Pasteur). Umumnya resto yang berada di jalan tersebut tidak dapat bertahan lama. Hanya restoran RM Sederhana yang masih kuat bertahan. Sisanya, seperti Sate Sinta, Mang Jabal, dll… tutup. Mengapa? Hal tersebut karena orang yang melintasi jalan tersebut, jika ia adalah orang Jakarta maka ia akan merasa tanggung untuk berhenti, karena tujuan utamanya di Bandung hanya sebentar lagi akan sampai. Dan jika ia orang Bandung, maka terdapat lebih banyak pilihan resto di tengah-tengah kota Bandung dibandingkan dengan di lokasi tersebut

Sehingga dengan demikian, banyak para pengusaha restoran yang mencari lokasi yang berada di tengah-tengah kombinasi dari minimal dua traffic generator.  Yaitu lokasi yang dekat dengan perkantoran dan juga dekat dengan perumahan.  Atau paling tidak lokasi yang mudah dijangkau oleh kedua traffic generator tersebut.

Informasi sisipan :

Lama tempuh orang berkendaraan dari lokasinya ke tempat makan siang/ malamnya, maksimal adalah sejauh 15 menit jika ia berkendaraan.  Lebih jauh dari itu maka dibutuhkan daya tarik yang kuat dari merk tersebut sehingga orang mau berkendaraan jauh dari tempatnya ke lokasi resto tersebut.


Untuk area perkantoran lebih singkat lagi.  Orang perkantoran hanya mau meluangkan waktu maksimum 5-10 menit dari lokasinya menuju tempat makannya.  Mengapa demikian? Sebab waktu istirahat yang mereka miliki juga sangat singkat.  Hanya sekitar 1 jam lamanya.


www.biskul.com
School of Cullinary Business

Kursus Bisnis Kuliner Bandung


















Resto Academy adalah lembaga kursus yang mengajarkan bisnis kuliner praktis dengan membekali skills bisnis dan keahlian kuliner.

Biskul Academy memberikan tips bisnis kuliner sekaligus membuka resep siap pakai untuk usaha sehingga para peserta selain mendapatkan ilmu bisnis kuliner juga langsung mendapatkan resep khusus dari Biskul

Spesialisasi Biskul Academy adalah pada bisnis makanan cepat saji gerobakan, sehingga bagi peserta dapat langsung membuka usaha tanpa modal kerja yang terlalu besar.